Archives

kantongbolong.com

↑ Grab this Headline Animator

Soichiro Honda “Kesuksesan dapat di hasilkan di atas 99% kegagalan”

soichiro-hondaSoichiro Honda (17 November 1906 – 5 Agustus 1991)
Janganlah hanya melihat keberhasilan saya dalam menggeluti dunia otomotif. tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang juga saya alami. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen, Tapi tidak melihat 99 % kegagalan saya” ucapnya. Ketika anda mengalami kegagalan, mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah agar mimpi tersebut menjadi kenyataan

Soichiro Honda Dilahirkan di desa Komyo sekarang Tenru City, Iwata County, Prefektur shizuoka, Jepang. Soichiro Honda merupakan anak sulung dari sembilan bersaudara dari pasangan Gihei Honda & Mika, namun hanya empat yang mencapai usia dewasa yang lainnya meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat dan lingkungan yang buruk.

Ayahnya Gihei Honda Merupakan pandai besi di desanya, setelah beberapa lama Gihei membuka toko sepeda. Karena keterampilannya sebagai pandai besi, dan kemampuan alaminya untuk mempelajari perbaikan sepeda, ia memperbaiki sepeda bekas dan menjual kembali dengan harga yang kompetitif. Mulai saat itu usahannya berkembang dan di pandang sebagai toko sepeda yang terbaik di lingkungannya.
Soichiro Honda mengenyam pendidikan hanya sebatas sampai sekolah dasar. Selama di sekolah dasar prestasinya kurang bagus, nilai-nilai ulangannya jelek. ia tidak suka membaca ” kalau membaca tidak ada yang menempel di otak” katanya. mulai kelas lima bakat nya mulai menonjol di bidang sains. dengan mudah ia mampu menangkap keterangan dan menjawab pertanyaan yang di berikan oleh gurunya. bakat honda di bidang mesin sudah terlihat sejak kecil. Honda juga suka membantu ayahnya di bengkel besi. ia juga sangat terpesona melihat dan mendengar dengung mesin penggiling padi yang terletak beberapa kilometer dari desanya. bahkan di usia 8 tahun ia mengayuh sepeda sejauh 10 mill, karena hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. selain itu ketika soichiro melihat mobil, ia lupa akan segalanya, dia mengejar mobil itu dan berhasil bergelanyut sebentar di belakangnya. ketika mobil berhenti, dan ada pelumas menetes ketanah. dia cium pelumas yang jatuh ketanah dan dioleskannya ke lengannya untuk merasakannya . setiap kali mendengar deru mobil ia selalu berlari ke jalan tidak peduli pada saat itu ia sedang menggendong adiknya Setelah lulus SD, ia melanjutkan sekolahnya di sekolah menegah pertama di Futumata yang tidak jauh dari kediamannya. Setelah lulus SMP, Soichiro Honda melihat iklan lowongan pekerjaan di Tokyo Art Sokhai sebuah perusahaan perbaikan mobil di Yushima daerah Hongo Tokyo, di majalah “Bicycle world (Ringyo no sekai)”. Setelah itu honda memutuskan untuk melamar pekerjaan di Art Sokhai, walaupun pada kenyataannya Honda tidak memenuhi persyaratan yang ada pada iklan tersebut. Tapi Honda sangat beruntung karena di terima bekerja di sana.
Di bengkel Art milik Yuko Sakakibara, lelaki berusia 15 tahun inni menaruh harapan besar. Namun ternyata di sana ia hanya bekerja sebagai pengasuh anak pemilik bengkel. Karena sudah memiliki tekad yang kuat untuk bisa menjadi montir yang handal. Soichiro honda tidak putus asa, walaupun ia di sana bekerja sebagai pengasuh anak. Ia tetap belajar bagaimana cara memperbaiki mobil atau mesin dengan cara mengamati cara kerja para mekanik di saat ia di suruh membersihkan bengkel, maupun dengan cara membaca buku2 tentang mesin. Sampai suatu ketika, pada saat Bengkel tempatnya bekerja mendapat banyak konsumen. pemilik bengkel menyuruhnya untuk ikut membantu para mekanik.
pada kesempatan pertama ia mengerjakan Ford Model T. tetapi di hanya fi suruh untuk membersihkan salju yang menutupi bagian bawah mesinnya. Walaupun cuma membersihkan, baginya itu sudah cukup. Karena selain ia membersihkannya itu juga pertama kalinya dia melihat model mesin secara langsung. setelah kurang lebih enam tahun bekerja di bengkel tersebut dan pengetahuannya tentang mesin makin bertambah dan juga berkat kerja kerasnya untuk bisa membuatnya menjadi mekanik yang handal, akhirnya bos nya mengangkatnya untuk menjadi kepala untuk cabang bengkel yang ada di Hamamatsu di usianya yang ke 21.
Kesempatan ini tidak di sia-siakan olehnya. Disana prestasinya semakin meningkat. ia selalu berhasil menangani mobil yang tidak sanggup untuk di perbaiki oleh bengkel2 lainnya. Selain itu ia dapat mengerjakannya dengan cepat. Selain itu otaknya selalu memikirkan hal-hal baru yang dapat di kembangkan. Di usia 30 tahun ia berhasil mematenkan karya untuk temuannya berupa jari-jari yang terbuat dari logam. karena pada waktu itu jari-jari roda mobil masih terbuat dari kayu, sehingga tidak baik untuk menahan guncangan. hasilnya hasil temuannya laku keras dan di ekspor ke seluruh dunia.
Setelah sukses dengan hasil temuannya honda memutuskan untuk keluar dari bengkel. dan memutuskan untuk membuka bengkel sendiri dengan modal uang ia peroleh selama bekerja di bengkel. pertama ia mulai usaha pembuatan Ring Piston, yang di hasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Tetapi, karyanya di tolak oleh Toyota, karena di anggap tidak memenuhi standar. Ring pertama yang di hasilkannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. teman-temannya di bengkel yang lama menyesalkan honda yang keluar dari bengkel. karena kegagalan tersebut Honda jatuh sakit. tetapi dia tidak putus asa. dua bulan kemudian setelah kesehatannya pulih. di memutuskan untuk kuliah untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. ia berkuliah di Hamamatsu Industrial Institute (sekarang Fakultas Teknik Universitas Shizuoka). Pagi hari ia kuliah, setelah selesai kuliah ia langsung mempraktekan ilmu yang dia peroleh. setelah dua tahun,  tepatnya pada tahun (1939) ia dekeluarkan dari kuliah karena jarang mengikuti kuliah. “Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan di jejali penjelasan bertele-tele mengenai hukum makanan dan pengaruhnya” ujar Soichiro honda.
berkat kerja kerasnya Ring Piston desainnya di terima oleh toyota. namun malangnya ketika ia berniat mendirikan pabrik, pemerintah jepang tidak memberikan modal karena sedang bersiap untuk perang. ia tidak putus asa dia mengumpulkan modal dari beberapa orang, namun cobaan masih datang setelah terjadi perang pabriknya terbakar dua kali. Namun honda tetap semangat ia mengumpulkan karyawannya dan di suruhnya untuk mengambil sisa kaleng bensol yang di buang oleh kapal perang amerika, dan dikumpulkannya untuk mendirikan pabrik kembali. tanpa di duga gempa bumi kembali melanda jepang. Akhirnya ia menjual pabrik pistonnya ke toyota. setelah itu ia mulai mencoba usaha lainnya sayang semuanya gagal.
Pada tahun 1947 setelah jepang kalah perang, keadaan ekonomi jepang porak poranda. sampai-sampai honda tidak dapat menjual mpbilnya untuk membeli makan. falam keadaan terdesak ia menemukan ide untuk memasang motor kecil pada sepeda. ternyata sepeda motor cipataanya menjadi cikal bakal sepeda motor honda yang merajai jalanan indonesia saat ini. Pada tahun 1951, ia mampu menciptakan motor Dream E dengan mesin empat langkah. itulah yang menjadi titik balik kesuksesan honda.
Usahanya mulai berkembang pesat, sepeda motor ciptaan nya laku keras. ia terus mengembangkan usahanya dengan ikut membuat kendaraan roda empat pada tahun 1973. staf perusahaan nya pada masa kepemimpinan honda bertambah 10 % tiap tahunnya. kalau mereka bertambah tua, artinya bebean perusahaan akan bertambah berat. padahal honda mengalami persaingan yang keras baik di dalam negri maupun luar negri. untuk bisa terus bertahan honda selalu mencari teknik yang unik dan efisien serta menjual produk mereka dengan harga yang bersaing.
Soichiro Honda meninggal pada usia 84 tahun setelah di rawat di RS juntendo tokyo, karena mengidap penyakit liver.
dikutip dari

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>