Archives

kantongbolong.com

↑ Grab this Headline Animator

Agustinus Wibowo “Karena hidup ini adalah Perjalanan….”

agustinus-wibowo

kompas.com

Hidup ini adalah Perjalanan. Kita tidak tahu kapan perjalanan hidup kita akan selesai. Begitu pula saya, tidak tahu kapan petualangan saya ini akan berakhir. Yang saya tahu, saya masih ingin terus melanjutkan petualangan saya. Masih banyak tempat yang ingin saya kunjungi,” Ujar Agustinus Wibowo.

Agustinus Wibowo Lahir Tahun 1981 di Lumajang, Jawa Timur. Putra pertama dari pasangan Chandra Wibowo dan Widyawati. Lulus dari SMU 2 lumajang ia melanjutkan kuliah di jurusan teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya(ITS). Hanya Satu Smester Di ITS, sebelum memutuskan pindah kuliah di fakultas Komputer Univeritas Tshinghua, Beijing, Universitas ternama di China. Sewaktu kecil ia mempunyai cita-cita sebagai turis, karena berharapan bisa pergi berkelana ke negeri-negeri jauh. Semasa kecil ia merupakan anak rumahan yang menghabiskan waktunya membaca buku di kamar. untuk pergi 400 meter saja ia pasti naik becak.

Semua itu berubah ditahun 2002 dari anak manis yang malas bertemu panas matahari, menjadi anak kehidupan yang tidur berselimut debu jalanan. Dari orang kutu buku tidak berguna menjadi musafir tahan banting. perjalanan mangajarkan dia tentang warna-warni kehidupan, ragam budaya dan manusia. perjalannya memberikan gambaran bahwa dunia tak seindah yang kita bayangkan. hidup ini cantik sekaligus buruk rupa, bahagia sekaligus muram, berwarna sekaligus kelabu. dia belajar untuk tidak mengeluh dan belajar untuk selalu bersyukur atas segala hal yang dia terima setiap hari.

Petualangan di mulai ketika temannya Di Tshinghua menantangnya “backpack” ke mongolia. Saat itu ia juga tengah terinspirasi oleh temannya cewek jepang yang pernah berkeliling Asia Tenggara sendirian selama enam bulan. Ia terkagum-kagum dengan keberanian cewek  jepang tersebut. Waktu itu dia sedang terpesona dengan pengalaman teman jepangnya. sehingga ia langsung mengiyakan ajakan temannya untuk pergi ke mongolia. sejak saat itu Agus tidak bisa menghentikan langkahnya sebagai backpaker, semakin dalam keinginannya tentang hal-hal baru di dunia ini. Karena perjalanannya, Agus sekarang menguasai Bahasa Hindi, Urdu, farsi, Rusia, Tajik, Kirghiz, Uzbek, Turki dan dalam proses menguasai bahasa Arab, armenia dan Georgia selain itu ia fasih Bahasa Inggris Mandarin Indonesia dan juga bahasa jawa. Sekarang ia telah mengunjungi beberapa negara seperti Tibet, Nepal, India, Pakistan, Afghanistan, Iran, Tajikistan, Kyrgystan, Khazaksthan, hingga Uzbhekistan. Ribuan kilometer yang telah di laluinya di tenpuh menggunakan berbagai macam alat transportasi seperti kereta api, bus, truk, kuda, keledai dan juga jalan kaki. ia menghindari perjalanan dengan pesawat karena menghalanginya menyerap saripati tempat-tempat yang ia kunjungi. menyatu dengan budaya setempat, menjalin persahabatan dengan banyak orang di tiap tempat, merasakan kehidupan masyarakat di suatu tempat adalah hal-hal yang tidak mungkin dia dapatkan jika dia lakukan dengan menggunakan pesawat terbang. ketika Uangnya habis ia akan menetap sementara di suatu tempat bekerja serabutan guna mengumpulkan uang dan kembali melanjutkan perjalanan. selain itu dia juga menjual tulisan tentang tempat-tempat yang ia kunjungi ke beberapa media di China, Singapura dan Indonesia.

Bagi Agus, pada batas tertentu, traveling itu tidak lagi sekadar menikmati keindahan pantai, kesejukan udara pegunungan atau kemewahan spa di hotel berbintang. bagian terbaik dari traveling adalah ketika kita menemukan apa yang disebut sebagai “seni mengembara”. Di pelosok bumi sana, ada negeri-negeri yang hampir tak pernah kita dengar Abkhazia, Transdniestr, Ossetia, Nagorno Karabakh. Negara-negara itulah yang menjadi obsesi Agus. Sampai kapan perjalanan ini akan terus berlangsung? “Tidak tahu. Saya tidak memberi batas waktu, dan biarlah perjalanan ini mengalir begitu saja,” ungkapnya.

di kutip dari http://www.kompas.com/read/profile/authprof_343

cerita-cerita tentang petualangannya dapat diilihat di http://www.kompas.com/travel/petualang

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>